Muting Satu
Media Perintis | Berita & Artikel | Informasi Terkini Papua

HUT RI 73 Timika Ditandai Oleh Serangan KKB Ke Fasilitas Freeport

0 121

Mutingsatu.com (TIMIKA) – Perayaan HUT RI ke 73 di nodai dengan adanya teror dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Area Tambang Freeport Indonesia, Tembagapura, Mimika, Jumat (17/08/2018) sekira pukul 6: 20 WIT di Mile 65.

Melansir sinarpapua.com, menyebutkan berdasarkan data di lokasi kejadian, insiden tersebut terjadi saat seorang sopir truk Iveco Flat Bed Mekanik berinisial JS tengah berjalan bersama dengan JGR dari posisi Mile 66 dengan tujuan untuk perbaikan kendaraan Trailer di sekiar Mile 62.

Kondisi Kendaraan yang ditembaki oleh Kelompok KKB Tembagapura (Foto via: Sinarpapua)

Sebelum menuju Mile 62, Mekanik beserta Driver lebih dulu menjemput pengawal pengamanan (Satgas) di Mile 64 dan melanjutkan ke Mile 66, namun sesampainya di Mile 65 tiba-tiba saja kendaran yang mereka tumpangi ditembaki, terdengar rentetan suara sekitar 15 kali dari posisi kiri dan kanan jalan. dalam Keadaan tersebut Driver mencoba menghentikan kendaraan dan langsung mundur untuk meninggalkan lokasi, namun masih juga mendapat tembakan.

Sang Driver JS terkena tembakan akibat serangan tersebut namun masih dapat mengendalikan kendaraan hingga sampai di Bengkel Mile 66, sesampainya, Korban langsung dibawa menuju Rumah Sakit Tembagapura.

Diketahui JS terkena tembakan pada bagian lengan kanan atas (Proyektil masih bersarang didalam lengan), selain terkena tembakan JS juga mengalami luka ringan pada dada kanan akibat terkena serpihan kaca begitupun dengan pipi kanannya.

Baca Juga

Atas kejadian tersebut, saat ini akses jalan dari dan ke Timika Tembagapura masih ditutup sementara hingga situasi kondusif.

KKB Mengaku bertanggung Jawab Atas Serangan di HUT RI ke-73

“Ya benar penembakan di mile 66 Tembagapura hari ini tgl 17 Agustus 2018. TPNPB OPM Timika Dan Tembagapura bertanggung jawab,” ujar Sebby melalui sambungan telepon seperti dikutip laman Viva.

Berdasarkan keterangan yang diterima, serangan tersebut sebagai bentuk aksi penolakan terhadap Indonesia.

“Penembakan menolak Indonesia dan juga Hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, bangsa Papua tidak termasuk. Penembakan juga mengartikan orang asli Papua bukan bangsa Indonesia, kami punya hak untuk merdeka dari tangan kolonial Indonesia,” ucap Sebby.

Menurut dia, kelompoknya menembaki bus karyawan Freeport. “Yang diserang bus karyawan, mengenai korban, ada yakni seorang operator,” pungkasnya.