Muting Satu
Media Perintis | Berita & Artikel | Informasi Terkini Papua

Dendam Prabowo, Hashim dan Cengkeraman Rothschild

0 992

Mengapa Prabowo ingin jadi Presiden?” tanya saya kepada seorang teman, waktu kemarin bertemu di restoran, Metropolis Hong Kong. Teman ini saya kenal baik karena bisnisnya ada hubungan dengan Prabowo.

“Bukan hanya ingin, tapi berambisi. Tahu kan, apa itu ambisi? Sesuatu yang sangat diharapkan dan untuk itu akan diperjuangkan dengan all at cost,” katanya.

“Tapi apa motivasinya? Apakah benar karena ingin berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara?” tanya saya.
Teman itu dengan tersenyum mengatakan kepada saya bahwa motivasi utamanya adalah karena dendam masa lalu.

Baca juga : Viral! Neno Warisman Ditampar Seorang Kuli Bangunan

Prabowo lahir dari keluarga elit dan intelek. Ayahnya Soemitro Djojohadikusumo dikenal sebagai begawan ekonomi. Kakeknya, Raden Mas Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua DPA pertama. Jadi baik kakeknya maupun ayahnya adalah bangsawan dan cendekiawan.

Meski masa remajanya banyak di luar negeri karena harus mengikuti ayahnya yang merupakan buronan politik era orde lama rezim Soekarno namun ketika berangkat dewasa, Prabowo berada di ring satu kekuasaan Soeharto.
Karena ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo sebagai arsitek pembangunan Ekonomi Orde Baru, tentu sangat dipercaya oleh Soeharto. Alasan rasa hormat Soeharto kepada Soemitro-lah yang meminta agar putranya, Prabowo menjadi menantunya.

Sejak itu Prabowo menjadi menantu dari orang nomor 1 di negeri ini yang berkuasa dengan sangat otoriter. Karir Prabowo di militer sudah dapat ditebak. Ia menjadi rising star. Pangkatnya naik dengan cepat.

Sebagai anak bangsawan dan cendekiawan, serta tumbuh berkembang sebagai menantu Presiden, secara psikologis telah membuat Prabowo menjadi orang yang sangat tinggi rasa bangganya. Dia tidak pernah siap untuk dilecehkan atau dikecilkan oleh orang lain.

Baca Juga: Tamparan Keras untuk Rachel Mariam, Jangan Anda Makan Semen Tol

Chaos Mei 1998 yang membuat Soeharto harus lengser dan sampai kini masih menjadi awan gelap siapa dibalik kerusuhan itu. Siapa yang paling bertanggung jawab atas tragedi Mei 1998? Yang pasti setelah itu Prabowo diberhentikan oleh Panglima ABRI. Mungkin seumur negeri ini hanya Prabowo satu satunya Perwira Tinggi yang diberhentikan oleh TNI.

Karena pemberhentian sebagai Pati TNI itu membuat Prabowo sakit hati dengan atasannya. Namun dia tidak berdaya untuk melawan karena memang tidak punya nyali seperti Khaddafi sang kolonel yang mengkudeta Raja Idris di Libya. Prabowo memilih untuk menjauh pergi ke Yordania membantu usaha adiknya (Hashim Djojohadikusumo). Kebetulan Raja Yordania, Abdullah II, adalah sahabat Prabowo dulu sewaktu mengikuti training di Fort Benning, lembaga pendidikan militer bergengsi di Amerika Serikat khusus pencetak pasukan para komando.

Menurut teman saya, Hashim lah yang memotivasi Prabowo untuk mendirikan partai dan mencalonkan diri sebagai Presiden. Ini diajukan oleh Hashim setelah dia terpaksa melepas bisnis tambang batu baranya di PT. Adaro. Kasus ini sempat digelar di Pengadilan Singapore. Hashim dendam dengan kekalahan ini. Prabowo juga dendam dengan dia tersingkir sebagai Pati TNI. Oleh karena itu akhirnya Prabowo juga setuju dengan ide Hashim.
Di sini faktor dendam menjadi dominan.

Cuplikan Berita yang dimuat kontan.co.id
Baca Juga

Sejak Partai Gerindra didirikan, Hashim bertindak sebagai sumber uang bagi Prabowo. Tahun 2004 pasangan Mega-Prabowo tidak berdaya menghadapi SBY yang didukung oleh ARB. Hashim tahu bahwa kekalahan Mega-Prabowo sama dengan kekalahannya atas Adaro. Semua karena dibalik ARB ada Nathaniel Philip Rothschild (Nat).

Nat adalah anggota dari keluarga terkaya Yahudi. Buyutnya bernama Mayer Amschel Bauer Rothschild merupakan penggerak utama Zionis dan pendana ketika terjadi migrasi besar besaran bangsa Yahudi dari seluruh dunia kembali ke Tanah Palestina, dimana akhirnya terbentuklah negara Israel.

Cuplikan Berita dari Detik Finance tentang pengakuan Hasim Adik Prabowo

Nat sendiri dikenal sebagai konglomerat tambang terbesar di dunia. Buyutnya adalah pendiri bursa emas di london dan pendiri The Fed (Bank central Amerika). Nat didukung oleh sumber pendanaan Yahudi dari hasil menguras SDA diseluruh dunia, seperti Abu Dhabi Investment Council, Schroders Investment Management Limited, Standard Life Investments, Taube Hodson Stonex LLP, Artemis Investment Management LLP, dan Robert Friedland. Sumber pendanaan Nat lebih besar dari GNP Amerika. Nat benar benar real power.

Pada September 2012 Hashim bertemu dengan Nat untuk yang pertama kalinya di restoran Belvedere yang berada di Holland Park, London. Pertemuan keduanya ‘dicomblangi’ teman Hashim yaitu Robert Friedland seorang konglomerat tambang AS dan pemegang saham terbesar di beberapa lembaga keuangan Eropa dan Amerika.

Ternyata setelah pertemuan tersebut Hashim memutuskan bergabung dengan Nat. Hal ini terjadi karena Nat tengah bertikai dengan sohibnya, ARB, di Bumi Resource PLC yang listed di Bursa London. Nat menguasai saham Bumi Resouce PLC melalui anak perusahaannya bernama Vallar.

Cuplikan Berita Tribunnews tentang hubungan baik Adik Prabowo dan Nat Rotschild

Awalnya ARB dimanfaatkan oleh Nat untuk menguasai tambang batu bara di Indonesia dan karenanya Nat mendukung SBY sebagai Capres tahun 2004, dimana ARB berada di belakang SBY. Tampaknya awal pertikaian antara ARB dan Nat terjadi ketika ARB telah menjadi Ketua Umum Golkar dan bermitra dengan China Investment Corporation (CIC). ARB tidak lagi berdiri sebagai loyalis Nat karena sudah mendapat back up dari CIC. Dia ingin bersama CIC menguasai Tambang Batu bara di Indonesia dan mendepak Nat di Bumi Resouce PLC, dan tentu ingin menguasai Freeport karena PT. Bumi Resource juga adalah pemegang saham Freeport. Itu sebabnya ARB menggunakan Golkar sebagai kendaraan untuk menjadi Presiden RI. Nat tidak bisa menerima sikap ARB tersebut.

Maka perang tidak bisa dielakkan. Awalnya ARB tersingkir dari Bumi Plc namun ARB melawan. Setelah 13 bulan peperangan berlangsung, berakhir dengan ARB berhak menguasai kembali PT. Bumi Resource namun harus membayar sebesar 501 juta dollar AS. Karena uang inilah ARB harus rela mendukung Prabowo sebagai Capres. Actual winner is Rothschild Family.

Ya, bagi Hashim, kekuasaan formal tidaklah penting, yang penting adalah uang. Dengan uang maka kekuasaan bisa diperalat. Ingat apa kata Mayer Amschel Bauer Rothschild , “Give me control of a nation’s money and I care not who makes it’s laws”.

Kini Hashim dan Rothschild bersama kembali setelah 2014 yang lalu untuk mendukung Prabowo jadi RI-1. Bersamanya juga ada barisan partai berbendera Islam yang ikut bergabung untuk menjadi icon melawan kekuatan ideologi kaum Marhaen (sosialis nasionalis melalui PDIP NASDEM PKPI HANURA dan terbaru PSI) nat Rothschild sesungguhnya membeli jiwa mereka semua dengan uang dan mereka loyal karena itu, tentu untuk kepentingan Rothschild, bukan kepentingan nasional apalagi kepentingan agama.

Makanya kemenangan Jokowi akan menjadi mimpi buruk bagi kapitalisme !

Tulisan ini lebih dulud terbit dilaman Faccebook Zulfikar Mahdanie yang juga direpost oleh Laman Kata Kita

Source Kata Kita
loading...