Artikel Referensi Harian Tips & Tutorial

Negara Konsumer Bitcoin Terbesar di Dunia

0 723

BITCOIN – Melansir laman The Verge, Senin 8 Juli 2019 menyebutkan konsumsi energi Swiss berada di bawah konsumsi energi Bitcoin.

Hal itu bisa terlihat dari Tool Online bernama CBECI (Electricity Consumption Index) yang dibuat oleh peneliti dari Universitas Cambridge.

Disebutkan dengan Tool ini kita bisa melihat estimasi penggunaan bitcoin secara real time.

Dari hasil estimasi CBECI terlihat jika jaringan Bitcoin mengkonsumsi listik lebih dari 7 GigaWatt atau setara 64 TWh (Terawatt per jam). Angka ini tentu saja melebihi penggunaan Energi Swiss yang berada pada 58 TWh.

Dengan hasil tersebut ini berarti sekitar 0,25 persen konsumsi listrik dunia terserap oleh Bitcoin Mining, atau penambangan Bitcoin.

Dan bukan hal aneh jika Bitcoin sangat bamyak memakan daya listrik, karena penambangnnya di Dunia menggunakan komputer termutakhir yang jumlahnya bukan sedikit.

Sayangnya angka yang dihasilkan CBECI belumlah sepenuhnya akurat karena rentang yang tinggi dengan kisaran 22 hingga 150 TWh.

Sebagai pembanding, ada juga angka konsumsi listrik yang dikeluarkan oleh Digiconomist yang memperkirakan konsumsi listrik Swiss mencapai 70 TWh atau 6 TWh lebih dari hasil CBECI.

Selain itu banyaknya juga penambang Bitcoin Ilegal untuk mendapatkan mata uang kripto dengan mudah seperti meretas, memanfaatkan energi subsidi pemerintah untuk menambang Bitcoin tanpa harus membayar listrik.

Contoh kasus adalah Iran, dimana negara tersebut menyita sebanyak 1000 unit Komputer yang digunakan untuk mining Bitcoin Ilegal di sebuah provinsi Yazd pada Senin 1 Juli 2019 lalu.

Akibat dari Mining Ilegal tersebut, konsumsi Energi Listrik subsidi Iran naik hingga 7 persen bulan ini. Bahkan dengan tindakan ilegal ini bisa mengganggu kestabilan listrik dan bisa menghambat pekerjaan masyarakat sekitar Yazd.

Untuk diketahui, Iran menaruh perhatian besar pada mata uang Crypto ini dengan memblokir akses ke mata uang digital seperti Bitcoin, karena dianggap bisa disalahgunakan seperti untuk pencucian uang.

Berlangganan Artikel
Daftar di sini untuk mendapatkan berita, pembaruan, dan penawaran khusus terbaru yang dikirimkan langsung ke email Anda.
Kamu Dapat Berhenti Kapan Saja

Situs ini menggunakan cookie dan teknologi pelacakan untuk membantu kemampuan Anda memberikan umpan balik, menganalisis, dan menyediakan konten dari pihak ketiga. Setuju Selengkapnya