Artikel Referensi Harian Tips & Tutorial

Lengkap, Istilah Asing dan Kimia dari Babi

0 204

Bagi umat muslim Babi di haramkan untuk di konsumsi, namun meski dilarang menkonsumsi Babi, tak jarang umat muslim tidak mengetahui ada produk makanan yang mengandung zat kimia yang terbuat dari hewan babi.

Salah satu dari hewan babi yang sering digunakan untuk produk olahan adalah lemak babi seperti digunakan untuk membuat permen karet, pasta gigi, gula-gula, cokelat, biskuit, ragam jenis makanan kaleng bahkan obat-obatan.

Bagi muslim yang tinggal di Indonesia mungkin mudah menemukan kode atau lebel Halal dari MUI, namun terkadang kita juga kurang teliti dalam setiap membeli produk tanpa melihat lebel serta komposisi apa saja yang ada pada produk yang akan kita pakai atau konsumsi.

Terlebih jika kita berada di luar negri atau tinggal di negara yang mayoritas non muslim, maka mengetahui komposisi adalah hal yang wajib agar terhindar dari produk yang mengandung Babi.

Bagaimana Mengetahui Istilah Asing pada Makanan yang Mengandung Babi? melansir laman republika berikut adalah istilah asing untuk aneka makanan dari Babi;

  1. Pig: Babi kemanggang yang memiliki berat kurang dari 50 kg.
  2. Pork: Daging babi.
  3. Swine: Daging babi untuk seluruh spesies babi.
  4. Hog: Babi dewasa yang memiliki berat lebih dari 50 kg.
  5. Boar: Babi liar, babi hutan, atau celeng.
  6. Lard: Lemak babi, biasa digunakan sebagai minyak untuk masakan, kue, atau bahan sabun. 
  7. Bacon: Daging asar/asap, terutama babi. 
  8. Ham: Daging babi bagian paha.
  9. Sow: Babi betina dewasa (namun istilah ini jarang digunakan).
  10. Sow milk: Susu yang dihasilkan dari babi.
  11. Bak: Daging babi dalam bahasa Tiongkok. Misal: Bak Kut Teh, bakkwa.
  12. Char siu, cha siu, char siew: Mengacu hidangan kanton berupa daging barbeque.
  13. Cu Nyuk: Daging babi dalam bahasa Khek/Hakka. Istilah ini digunakan dalam makanan siomay dan bubur.
  14. Rou: Babi dalam bahasa Mandarin, misalnya, hingshao rou, rou jia mo, tuotuorou, yuxiangrousi.
  15. Dwaeji: Daging babi dalam bahasa Korea, biasanya digunakan sebagai varian dalam bulgogi dan galb.
  16. Tonkatsu: Hidangan Jepang berupa irisan daging babi yang digoreng dengan tepung panir.
  17. Tonkotsu: Hidangan Jepang berupa ramen berkuah putih keruh, terbuat dari tulang, lemak, dan kolagen babi. 
  18. Butaniku: Sebutan daging babi dalam bahasa Jepang.
  19. Yakibuta: Hidangan Jepang mirip char siu, biasanya digunakan untuk toping ramen.
  20. Nibuta: Hidangan Jepang berupa pundak babi yang dimasak dengan sedikit kuah.
  21. B2: Sebutan untuk hewan Babi di Indonesia umumnya.
  22. Khinzir: Nama untuk babi dalam bahasa Arab dan Melayu
  23. Saksang: olahan daging babi khas daerah Tapanuli
  24. Bak kut teh: makanan Tionghoa paduan dari sayur asin dengan kaldu iga babi khas Kepulauan Riau
  25. Tinorangsak: gulai babi khas Manado.

Istilah Kimia di Aneka Makanan yang Mengandung Babi

Makanan olahan atau produk makanan umumnya mengandung emulsifier atau penjaga kestabilan air dan minyak pada makanan. Terdapat dua Emulsi dalam produk makanan yaitu Emulsifier buatan atau sintetis dan Emulsifier alami.

Emulsifier diantaranya ada yang terbuat dari lemak Babi, dan cukup sulit untuk mendeteksinya. Oleh anda perlu paham istilah-istilah kimia berikut ini seperti dirangkum dari laman MUI.

Emulsifier dari Hewan Babi

E 120 Karmin, Cochenille; E 140 Chlorophyll; E 141 Chlorophyll -ikatan Cu; E 153 Carbo medicinalis; E 160 a Alpha/Beta/Gamma -Carotin; E 161 a Flavoxanthin; E 161 b Lutein; E 161 g Cantaxanthin; E 252 Kaliumnitrat, Salpeter; E 422 Glycerin; E 430 Polyoxiethylen (8) Stearat; E 431 Polyoxiethylen Stearat; E 432 s/d E 436 Polysorbate; E 470 s/d E 478 Salze, Mono- dan Diglyceride, Ester; E 491 Sorbitanmonostearat; E 492 Sorbitantristearat; E 494 Sorbitanmono -Oleat; E 542 Knochonphosphate; E 570 Stearin Acid; E 572 Magnesiumstearat; E 631 Natriuminosinat; E 632 Kaliuminosinat; E 635 Natrium -5′-ribonucleotid; E 913 Wollfett, Lanolin; E 920 L -Cystein, L -Hydrochlorid; E 921 L -Cystin.

Bahan Pewarna yang Mengandung Babi

E 120 Karmin pure, Cochenille, Karmin Acid; E 430 Polyoxiethylen (8) Stearat; E 431 Polyoxiethylen Stearat; E 470 Natrium-, Kalium-, dan Calcium Acid; E 471 Mono- dan Diglyceride; E 472 a s/d f, E 473 Sucroester; E 474 Sucroglyceride; E 475 Polyglycerinester; E 476 Polyglycerolester; E 477 Propylenglycolester; E 478 Asam Susu

Bahan Penyedap yang Mengandung Babi

E 631 Natriumosinat; E 635 Natrium-5′-ribonucleotid

Lainnya:

E 153 Carbo medicinalis; E 160 a : Alpha/Beta/Gamma-Carotin; E 161 a : Flavoxanthin; E 432 s/d E 436 Polysorbate; E 491 Sorbitanmonostearat; E 492 Sorbitantristearat; E 494 Sorbitanmono-Oleat sintetis; E 570 Stearin Acid; E 572 Magnesiumstearat; E 632 Kaliuminosinat; E 921 L-Cystin.

Tips Terhindar dari Makanan yang Mengandung Babi

Dari kesemua unsur Kimia diatas yang merupakan unsur dari Hewan Babi mungkin sangat sulit untuk kita menghafalnya, tapi paling tidak kita agar selalu teliti dan memeriksa setiap kali membeli bahan atau produk makanan olahan. Apalagi produk baru yang belum memiliki label Halal dari MUI.

Berlangganan Artikel
Daftar di sini untuk mendapatkan berita, pembaruan, dan penawaran khusus terbaru yang dikirimkan langsung ke email Anda.
Kamu Dapat Berhenti Kapan Saja

Situs ini menggunakan cookie dan teknologi pelacakan untuk membantu kemampuan Anda memberikan umpan balik, menganalisis, dan menyediakan konten dari pihak ketiga. Setuju Selengkapnya