Muting Satu
Media Perintis | Berita & Artikel | Informasi Terkini Papua

Hanya di Australia, Kerja Sebagai Pemetik Paprika Digaji Besar Perharinya

0 218

Mutingsatu.com (AUSTRALIA) – Tahukah kamu bahwa negri Kangguru Australia setiap tahunnya memberi kesempatan kepada warga Indonesia yang ingin tinggal sambil bekerja secara legal?

Tentunyanya dengan batasan hanya sekitar 1000 orang saja. Dan untuk bisa melakukannya kamu bisa mengurus pengajuan Work Holiday Visa (WHV) ke negri kangguru tersebut.

Banyak lapangan kerja yang bisa kamu geluti sesampainya disana seperti di restoran, cafe, hotel, bar bahkan di perkebunan, ya di perkebunan sebagai buruh panen paprika.

Namun tentunya beda dengan gaji pekerja di perkebunan di indonesia. Mungkin kamu underestimate, tapi sebenarnya bekerja di perkebunan di Australia malah dibayar lebih alias cukup tinggi.

Dikutip dari laman CJ.net disebutkan ada seorang WNI bernama Ahmad Syukri yang pernah menjadi pekerja pemetik Paprika disebuah perkebunan Bowen, Queensland dengan bayaran yang cukup tinggi meski dihitung harian kerja dengan waktu 7 jam kerja.

Ahmad mendapat bayaran sebesar 75 Sen per ember paprika yang dikumpulkannya, dan dalam sehari bisa memetik buah rata-rata sebanyak 120-150 ember, jadi dalam sehari ahmad bisa menghasilkan uang sebanyak 90 hingga 112 dolar Australia, nah silahkan kalikan saja yah berapa upahnya jika dirupiahkan. Kurang lebih berkisar antara 900 hingga 1,1 Juta. Wow..

Tapi tentu saja dibalik Gajinya yang tinggi kamu musti siap bekerja dibawah terik matahari ya dan mengangkat beban parika  yang cukup menguras tenaga. Hal lainnya yang menjadi unik dengan bekerja di kebun adalah kamu bisa banyak kenalan dengan warga negara asing lainnya seperti Thailand, Korea, Italia bahkan China.

Selain sebagai pekerjaan utama, bekerja di kebun juga merupakan syarat bagi mereka yang ingin memperpanjang visa WHV. Jadi kalau kamu akan bekerja 1 tahun kedepan, maka kamu harus bekerja di perkebunan selama 88 hari.

Nah, bagaimana? Jika tertarik kamu bisa ajuka WHV dengan mengisi berkas persayaratan dari Pemerintah Autraslia. Program ini juga sekaligus sebagai pertukaran pelajar yang diikuti oleh WNI dengan rentang usia antara 18-30 Tahun.