Artikel Referensi Harian Tips & Tutorial

Flying V, Model Pesawat Masa Depan yang Siap Mengudara 2040

0 288

MUTINGSATU.COM(BELANDA) – Maskapai Penerbangan Nasional Belanda KLM (Koninklijke Luchtvaart Maatschappij) mendanai pengembangan pesawat “Flying V”.

Pesawat yang dirancang oleh Mahasiswa bernama Justus Benad dari Universitas Teknik Berlin dan dilanjutkan di Institut Teknologi Delft Belanda ini baru saja di uji coba.

Melansir dailymail.co.uk, Senin (3/6/2019) menyebutkan pesawat ini berbetuk “V” atau lebih mirip dengan Gitar Listrik bernama Gibson Flying V.

Gitar yang pernah dimaikan gitaris dunia seperti Jimi Hendrix dan Brian May itu kini menjadi nama dari Pesawat masa depan.

Hasil Uji Coba Pesawat Flying V

Bentuk dan Desain Flying V, fastcompany.com

Saat ini sepenuhnya masih prototip namun uji coba tetap berlangsung, diketahui Pesawat model V ini mampu mengangkut penumpang sebanyak 314 orang, ini setara dengan Pesawat Airbus A350 dan Boeing 787.

Karena bentuknya yang aerodinamis hasil terbang menyatakan jika pesawat ini mampu menghemat bahan bakar sebesar 20 persen.

Bagian Exterior Flying V memiliki lebar sayap 65 Meter dengan panjang 55 Meter.

Flying V tampak depan dengan letak Engine di tengah, businessinsider.com

Sementara untuk Engine Turbo pesawat ini tidak diletakan pada posisi seperti pesawat komersil umumnya. Posisi Mesin diletakan berdampingan ditengah badan pesawat yang berbentuk V.

Hingga saat ini Pesawat ini masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut, termasuk mengubah interior dari bahan yang lebih ringan agar lebih bisa menghemat bahan bakar.

Flying V Siap Mengudara Tahun 2040

Dilansir dari laman berbeda, CNN disebutkan Pesawat yang diklaim sebagai pesawat masa depan ini akan siap untuk komersial pada Tahun 2040.

Diharapkan dengan mampu menghemat bahan bakar Flying V mampu melakukan penerbangan lebih jauh dari pesawat yang ada saat ini, kata Roelof Vos, pemimpin proyek di TU Delft dalam sebuah pernyataan.

Pesawat itu juga menggunakan mesin turbofan paling efisien bahan bakar yang ada, menurut KLM. Sementara model saat ini masih menggunakan minyak tanah, itu dapat diadaptasi untuk menggunakan turbofans listrik di masa depan.

Flying V akan membantu membuat sektor penerbangan Belanda memenuhi tujuan keberlanjutannya, kata Vos.

Ketika penumpang terbang lebih jauh dan lebih sering, sektor ini ingin mengurangi emisi CO2 penerbangan hingga 35 persen pada akhir tahun 2030.

“Tujuan utama kami adalah penerbangan bebas emisi,” kata Vos.

Para peneliti berharap dapat mempresentasikan prototipe terbang pertama mereka pada bulan Oktober, menurut TU Delft. Pesawat akan terbang dengan kecepatan rendah untuk menguji apakah model akan tetap stabil.

Berlangganan Artikel
Daftar di sini untuk mendapatkan berita, pembaruan, dan penawaran khusus terbaru yang dikirimkan langsung ke email Anda.
Kamu Dapat Berhenti Kapan Saja

Situs ini menggunakan cookie dan teknologi pelacakan untuk membantu kemampuan Anda memberikan umpan balik, menganalisis, dan menyediakan konten dari pihak ketiga. Setuju Selengkapnya