Artikel Referensi Harian Tips & Tutorial

Efek Samping Sering Lakukan Engine Brake di Motor

0 583

Mengurangi kecepatan motor dengan bantuan mesin atau dikenal dengan istilah engine brake sebaiknya tidak digunakan terlalu sering.

Cara berdeselerasi tanpa rem tersebut hanya bisa dilakukan pada motor bertransmisi manual seperti jenis bebek atau sport.
Dilakukan dengan cara menurunkan gigi tinggi ke rendah secara bertahap, engine brake terbukti dapat menahan laju motor.

“Penggunaan engine brake sebaiknya digunakan saat tertentu seperti melalui jalur turunan panjang atau saat darurat saja,” ujar Zainul Muttaqin, pemilik bengkel Banewmas Motor kepada GridOto.combdi Pekayon, Jakarta Timur.

Meskipun tidak ada efek langsung yang bisa dirasakan saat engine brake, dalam jangka panjang dapat mengurangi masa pakai komponen di motor.

“Karena ada perpindahan mekanisme yang mendadak dan dipaksa, efek engine brake paling rawan merusak mata gear transmisi, girset serta rantai,” lengkapnya.

Hasilnya mata gear transmisi dan girset akan cepat runcing dan rompal yang diseetai rantai penggerak yang jadi cepat keriting tidak beraturan. Kalau sudah rusak, efeknya proses ganti gigi jadi sulit masuk dan motor meraung saat digas dan sulit melaju.

Gunakan engine brake hanya dalam keadaan darurat
Jika rantai dan girset cukup diganti baru dengan mudah, proses perbaikan transmisi perlu bongkar mesin dan cukup lama dan mahal untuk diperbaiki.

Nah makanya sebisa mungkin maksimalkan pemakaian rem depan belakang untuk mengurangi kecepatan saat pemakaian normal.

Sumber gridoto
Berlangganan Artikel
Daftar di sini untuk mendapatkan berita, pembaruan, dan penawaran khusus terbaru yang dikirimkan langsung ke email Anda.
Kamu Dapat Berhenti Kapan Saja

Situs ini menggunakan cookie dan teknologi pelacakan untuk membantu kemampuan Anda memberikan umpan balik, menganalisis, dan menyediakan konten dari pihak ketiga. Setuju Selengkapnya