Artikel Referensi Harian Tips & Tutorial

Bahaya! Delusi Prabowo-Sandi Mengarah ke Chaos

0 97

Bahaya. Pemilu damai tengah dilegitimasi. Ulah delusif Prabowo-Sandi membahayakan keamanan dan ketertiban. Prabowo-Sandi tengah melakukan provokasi. Menyatakan menang dan menjadi Presiden – dan Wakil Presiden, berdasarkan perhitungan internal versi mereka tanpa bukti.

Kejadian yang sama dengan di 2014. Klaim menang Pilpres 2019 itu dibumbui tuduhan pemilu curang. Mereka menuduh karena sudah tahu pasti kalah dengan informasi Quick Count – perhitungan cepat. Intrik politik berbahaya ini semakin mendapatan bukti kebenarannya. Ini terkait dengan sandiwara Sandi dan Prabowo.

(Informasi berseberangan muncul. Ternyata Sandi mendukung 100 persen langkah Prabowo. Lho kok? Bukannya kemarin kelihatan masam dalam Konferensi Pers kemenangan delusif Prabowo-Sandi? Kelihatan sengsara dan lesu? Bener. Tapi itu hanya action. Hanya berpura-pura.

Buktinya istri Sandi cengengesan di samping Sandi. Kepuraan itu ditambah lagi dengan bukti Nur Asyiah tidak tampak sedih. Malah dia cengengesan di samping Sandi. Itu kegiatan playing -victim. Berpura-pura. Di balik sikap itu ada niat jahat. Prabowo-Sandi tengah men-delegitimasi Pemilu. Sesuai dengan rancangan. Kalau perlu akan melakukan pemberontakan dengan nama people power yang selalu disebut-sebut.)

Senyatanya, Prabowo-Sandi sudah bertekat untuk menang. Dengan segala cara mereka lakukan. Kini, pernyataan berulang-ulang tentang kemenangan adalah upaya membuat dasar bagi gerakan menolak hasil pemilu. Mereka menolak kekalahan. Berkali-kali sejak 2014, geng dan gerombolan Amien Rais selalu menyatakan hanya dengan kecurangan Prabowo-kalah. Teryata memang kalah.

Kini dengan dukungan kalangan HTI, khilafah, Ikhwanul Muslimin, Prabowo-Sandi merasa lebih kuat. Aksi delusional Prabowo semakin menjadi-jadi. Kini, di bawah komando Rob Allyn, konsultan pemilu Amerika yang hampir tidak pernah gagal memenangi kontestasi pemilu di seluruh dunia, Prabowo-Sandi makin kesetanan. Mereka akan memaksakan diri mereka menang.

Maka narasi sejak awal yang dibangun adalah: ada kecurangan. Namun, tuduhan kecurangan itu tanpa bukti. Ini sejak 2014. Di 2019 diulangi lagi. Lebih masif, terstruktur, dan sistematis Prabowo-Sandi membuat skenario untuk mendelegitimasi Pilpres dan Pileg.

BACA JUGA
1 of 2

Tuduhan ini diikuti oleh tindakan Prabowo-Sandi menyatakan diri menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Pernyataan yang bukan main-main karena didukung oleh para kaum radikal, kaum jenggot kriwil-kriwil, HTI, khilafah dan PKS. Mereka melakukan tindakan inkonstitusional, memaksakan kehendak secara tidak sah.

TNI/Polri telah memberikan peringatan keras. Namun, peringatan keras TNI/Polri dan BIN itu tidak diindahkan. Prabowo bahkan mengajak purnawirawan untuk mendukungnya. Prabosan mendorong gerakan massa.

Prabosan dengan komporan dan provokasi khilafah, HTI, FPI, FUI menyerukan untuk konvoi. Bahkan Eggi Sudjana menguatkan seruan people power oleh Amien Rais. Tindakan konyol yang ditertawakan oleh orang waras.

TNI/Polri telah siap bersiaga di Monas. Monas yang selalu dijadikan titik awal untuk melakukan gerakan Islam lebih besar. Delusi dan mimpi gerakan massa kaum radikal 212 digaungkan. Monas akan dijadikan alat untuk meraih kekuasaan inkonstitusional, dengan dalih yang dibuat-buat. Pemilu curang.

Padahal sudah ada mekanisme Bawaslu, Panwaslu, KPU yang justru di pihak 02, lebih memihak ke Prabowo. (Yang menjadi masalah adalah bahwa kubu 01 juga bukan kubu ayam sayur yang bego dan geblek. Di kubu 01 juga banyak ahli yang mumpuni. Anthony Leung bukanlah Dewa Paling Tinggi di jagad Internet. Bukan.)

Masih banyak orang waras dan cerdas yang bisa menghentikan kegilaan, delusi petualangan para manusia yang memaksakan kehendak. Terlebih lagi ada instrumen hukum. Hukum memiliki mekanisme. Jika melanggar hukum, penegak hukum akan bergerak. Menangkap. Jika terindikasi disusupi khilafah, bahkan teroris beraksi, maka TNI/Polri akan tegas menembak mereka: di tempat!

TNI/Polri, BIN dan rakyat Indonesia akan menghentikan langkah delusif Prabowo-Sandi. Meski didukung oleh FPI, PKS, Khilafah, HTI dan teroris sekali pun. TNI/Polri akan bertindak tegas. Rakyat tidak akan memberikan kesempatan negara Indonesia di bawah kekuasaan delusional, inkonstitusional ala Prabowo-Sandi

Sumber Ninoy Karundeng Idielus Mulia Syofyan
Berlangganan Artikel
Daftar di sini untuk mendapatkan berita, pembaruan, dan penawaran khusus terbaru yang dikirimkan langsung ke email Anda.
Kamu Dapat Berhenti Kapan Saja

Situs ini menggunakan cookie dan teknologi pelacakan untuk membantu kemampuan Anda memberikan umpan balik, menganalisis, dan menyediakan konten dari pihak ketiga. Setuju Selengkapnya