Artikel Referensi Harian Tips & Tutorial

Awas Jangan Dimakan, 8 Jenis Ikan Ini Mengandung Merkuri

0 176
Peringatan: Ikan yang dibahas dibawah ini hanya ikan yang hidup di perairan yang tercemar, untuk jenis ikan yang hidup di perairan bersih, kemungkinannya sangat kecil mengandung Merkuri atau Zat berbahaya.

Ikan merupakan hewan pengahsil Omega 3 dan protein yang baik bagi kesehatan, terutama perkembangan otak dan tubuh secara optimal, lebih khusus bagi anak-anak yang dalam masa pertumbuhan.

Mengkonsumsi Ikan tak ada bedanya dengan mengkonsumsi hewan darat, dimana kita terlebih dahulu harus mengolah serta memasaknya.

Melansir laman health.com, (2/3/2016), meski sudah dioalh dan dimasak dengan baik ada beberapa jenis ikan yang ternyata masih menyimpan Zat berbahaya seperti Merkuri yang membahayakan kesehatan tubuh.

Berikut adalah 8 jenis Ikan yang Mengandung Merkuri meskipun sudah dimasak

Ikan Kembung atau Ikan Makarel

Indian Mackerel, wikipedia

Ikan Makarel dari perairan Atlantik mungkin menjadi ikan yang tidak banyak mengandung Merkuri dan bisa dikonsumsi dalam jumlah banyak, namun dari perairan lainnya dinyatakan berbahaya.

Ikan Lele Impor Mengandung Merkuri

Ikan lele impor, merdeka

Biasanya Ikan Lele yang mengandung Merkuri adalah Lele dengan ukuran Jumbo atau tumbuh dalam peternakan karena banyak diberi Hormon. Ikan Lele jenis ini banyak yang di Impor dari wilayah atau negara-negara Asia.

Sementara itu, Ikan Lele yang tumbuh bebas jauh lebih baik serta lebih bergizi juga tidak mengandung Merkuri.

Ikan Nila

Tilapia atau Ikan Nila, wikipedia

Ikan Nila memiliki kandungan lemak, namun tidak baik untuk kesehatan, karena lemak yang dikandungnya berbahaya setara dengan lemak Babi. Keseringan mengkonsumsi ikan nila bisa meningkatkan kolesterol dan membuat tubuh lebih sensitif terhadap alergi.

Ikan Tuna Mengandung Merkuri

Ikan Tuna sirip biru, tunacanedindonesia

Ikan Tuna diketahui banyak mengandung Merkuri, khususnya Tuna jenis Sirip Hitam dan Biru. Hal lainnya yang menjadi penyebab adalah karena ikna Tuna bukan berasal dari Laut melainkan dari hasil ternak akibat sering diberi antibiotik dan suntikan hormon.

Ikan Patin atau Pengasius

Ikan Patin, youtube

Untuk Ikan Patin yang ada perairan Indonesia tergolong aman atau tidak terkontaminasi dengan Merkuri. Namun Ikan Patin impor yang berasal dari Vietnam diketahui memiliki tingkat kontaminasi Merkuri tinggi akibat sungai Mekong ynag telah tercemar.

Jika mengkonsumsi Ikan Patin yang tercemar dimana ikan tersebut mengandung senyawa antibiotik nitrofurazone dan zat karsinogen atau polyphosphetes bisa menyebabkan kanker.

Ikan Belut

Belut, Badangling

Belut adalah hewan air yang mengandung banyak lemak, sehingga mudah dalam menyerap limbah baik limbah pertanian atau limbah pabrik.

Belut yang berbahaya untuk dikonsumsi adalah Belut dari wilayah Eropa dan Amerika, ini dikarenakan tempat atau lingkungan Belut sudah banyak tercemar limbah. Sering mengkonsumsi kedua jenis belut ini dapat menyebabkan kanker. Untuk Belut di wilayah perairan Indonesia yang jauh dari pencemaran masih dalam batas aman.

Ikan Siakap atau Ikan Seabass

Ikan Sea Bass, Coldstorage

Ikan yang biasa disajikan sebagai Filet Ikan siap goreng ini juga ternyata mengandung banyak merkuri, baik sebelum diolah atau sesudah olahan (dimasak).

Ikan Tilefish Mengandung Merkuri Paling Tinggi

Tilefish, mexfish

Pada sebagian kasus mengkonsumsi Tilefish bisa menyebabkan keracunan, ini akibat kandungan Merkuri yang sangat tinggi pada Ikan ini.

Ikan Dollarfish atau Oilfish

Dollar Fish, Azgardens

Bukan Merkuri yang dikandung Ikan yang satu ini, Ikan ini mengandung senayawa Gempylotoxin, merupakan senyawa yang tidak dapat dicerna oleh lambung manusia.

Senyawa tersebut tidak membahayakan namun dengan tidak bisa dicerna bisa mengakibatkan gangguan pada perut orang yang mengkonsumsinya.

Berlangganan Artikel
Daftar di sini untuk mendapatkan berita, pembaruan, dan penawaran khusus terbaru yang dikirimkan langsung ke email Anda.
Kamu Dapat Berhenti Kapan Saja

Situs ini menggunakan cookie dan teknologi pelacakan untuk membantu kemampuan Anda memberikan umpan balik, menganalisis, dan menyediakan konten dari pihak ketiga. Setuju Selengkapnya